Kita boleh Telanjang, tapi jangan bulat-bulat.



Selalu ingin menulis kata yang dapat memberi suntikan semangat, kata yang sederhana namun ber-Daya...bagi hidupku...^_^


Butuh advis untuk meringankan antesedan. Seenaknya menganulir dengan apatis, padahal animo hampir finish. Hanya saja apriori belum merekah, masih berupa argot-argot beku. Disparitas menciptakan elegi. Perasaan yang frontal menjadi fluktuatif. Genial..., grafologi dan futurologi tak terdeteksi. Aku bukan hipokrit pun indolen yang mengkamuflase segala. Hapus sikap skeptis karena kita butuh restorasi...!


"Selamat menyelami huruf-huruf (usang)-ku"

Kamis, 12 Juli 2012

Catatan Lembut Sang Pendidik - Desember


Kamis, 15 Desember 2011
Kabut masih berkuasa pada pukul 04.00 WITA. Tubuh serasa kelu, masih membekas jejak-jejak keletihan malam tadi. Lagi-lagi sugesti bermain diotakku (Ayo San, meski dingin kau harus tetap bangun dan menunaikan salat subuh). Jika sugesti sudah berlaku demikiaan, maka tidak ada yang mesti dilakukan kecuali mengikutinya.
Hari ini bangun pagi pertamaku di pulau Flores dengan kondisi fisik yang cukup bugar didukung dengan udara yang segar. Aku pun memberanikan diri untuk keluar, melihat suasana sekitar yang tadi malam tidak sempat terekam karena matahari sudah keperaduan. Berjalan berkeliling Santa Clause, melihat bukit yang berdiri dengan kokohnya mengitari perkampungan sebelah timur bangunan Santa Clause. Sejuk dihati...sejuk dimata...sejuk dalam rasaku.
Aktivitas merangkak naik menunjukkan bahwa ia penting dalam kehidupan. Para pendidik mulai menyantap hidangan yang telah disediakan. Tak pelak setelah itu kami mulai memikirkan apa langkah selanjutnya setelah ini, apa yang akan pendidik lakukan pertama kali setelah menginjakkan kaki di bumi flores ini. Bertanya, berkenal, berdiskusi dengan pendidik  lain, yang notabene berasal dari daerah berbeda. Sungguh syahdu...

Rabu, 11 Juli 2012

Monev III - SDI BORIK


110712
Tidak menyangka kalau hari ini saya beserta tim monev LPTK UNNES berhasil menempuh jarak yang tidak dekat menuju desa Borik kecamatan Satarmese Barat kabupaten Manggarai untuk menyempurnakan program SM-3T. Monev ini adalah monev ke-3 yang dilakukan LPTK untuk memantau kinerja guru di tempat tugas. Tim monev berjumlah 4 orang yakni Dekan FE (Drs. S. Martono, M,Si.), Dekan FH (Drs. Sartono Sahlan, M.H.), Staf Ahli PR I (Ali Formen, S.Pd, M.Pd.), dan Staf PPG (Rina Lilla Handayani, S.Pd.). Dalam pelaksanaan monev, tim masih dibagi menjadi 2 kelompok. Pak Ali dan Mbak Lilla bertugas memonitoring kecamatan Rahong Utara tepatnya di SD Satap Rangkang Kalo dengan didampingi oleh Korkab ( Mansur Amriatul), sedangkan Pak Martono dan Pak Sartono bertugas memonitoring kecamatan Satarmese Barat tepatnya di SDI Borik yang didampingi oleh Korcam Wae Ri'i (Saya sendiri, hehehe).

Selasa, 10 Juli 2012

RESENSI BUKU: Menyatukan Tiga Kepingan Bonang

Judul : BONANG
Pengarang : Surahmat
Penerbit : Cipta Prima Nusantara
Tahun : 2009
Kota : Semarang
Tebal Halaman : 312


KENISCAYAAN dalam dunia literer, khususnya sastra, adalah pembagian tugas antara penulis dan pembaca. Pembaca bertugas mengkonstruksikan makna, setelah penulis selesai menyelesaikan tugas menghamburkannya. Relasi penulis dan pembaca dalam novel berjudul Bonang juga demikian. Sejumlah makna disajikan penulis secara berserakan, dan menuntut ketelatenan pembaca untuk merangkainya.
Novel Bonang bercerita tentang sebuah keluatga kecil yang bertahan hidup di tengah kemarau panjang pertengahan tahun 60-an. Empat anak dalam keluarga ini diberi nama persis dengan gamelan. Si sulung bernama Kendang, adiknya bernama Saron, Bonang, dan Gambang. Sejatinya, kepala keluarga ini mengidamkan lahirnya seorang bocah laki-laki lagi agar kemudian diberi nama Bagong dan Gong.
Meski hidup di desa, keluarga ini tak bisa menghindar ketika kisruh politik tahun 1965 mengemuka. Bahkan akibatnya dirasakan keluarga ini demikian parah, hingga pada akhirnya membuatnya berantakan.

“Aufklarung” dalam Gerakan Pramuka Kian Mencerah Oleh: Sandra Noryz


Gerakan Pramuka di Indonesia mengalami penurunan, baik dari segi kuantitas maupun kualitasnya. Mengapa hal tersebut bisa terjadi? karena kegiatan gerakan pramuka kurang popular atau menarik minat kaum muda, generasi kepelatihan terhambat, dan dianggap tidak mampu menangkal dan menyelesaikan masalah kaum muda. Pramuka yang dulu mempunyai kepribadian yang tercermin dalam satya darma, seiring dengan perkembangan zaman, lambat laun bergeser dari hakikat yang sebenarnya. Pramuka dianggap tidak relevan dengan fakta, ketinggalan zaman dan ironisnya lagi anggota gerakan pramuka terlalu suka dengan simbol-simbol tanpa tau arti dari simbol tersebut. Mereka terlalu sibuk mencari atribut penghargaan sebanyak-banyaknya tanpa melalui tes atau uji sebagai syarat untuk mendapatkannya. Lalu pramuka bisa dikatakan mahal karena sangat terikat dengan seragam beserta pernak-perniknya mulai dari ujung kaki sampai ujung kepala yang menuntut keseragaman dan kerapian anggota pramuka. Hal ini merupakan indikasi bahwa pramuka sudah tidak menganut “azas kesederhanaan” tetapi “azas keglamoran” yang tentu saja membutuhkan dana yang tidak sedikit.

Minggu, 24 Juni 2012

Missing for my mom

By : Sandra Noryz... If you go away... This world will be full emptiness... All these stories will be faded... Every happines which is related to you... Is nothing without you... We love you, we need for you... O sky, listen to our prayers... Let’s be together... Let’s a little bit a dreaming together... I promise you that I’II not leave you... We want to live for you... We won’t angry with you... No matter what you take from our life... But we’ll never let you go... Ahad, 24 Juni 2012... For my mother “KASMIRAH”... Wafat 30 Januari 2007...

(Never say goodbye), By: Sandra Noryz

Only your heart knows and mind too And we’ll live separate path of life We’ll be way separate who knows where Don’t leave from my memories Never say goodbye All the happiness eventually has gone from my life Only pain in my heart will remain I tried to cry and laugh But my heart feel so uneasy So uneasy Are these rain drops or embers of fire No, it’s a fire spark that flowing from my eyes Never say goodbye

BILA BERKATA JUJUR

Drs. Rasmo Bibir dan mulut jadi lincah menari Mengabarkan apa yang dilakukan Apa yang dirasakan Apa yang dilihat Apa yang dibuat-buat Kepada sejawat, atasan, dan khalayak Tugas mulia menyangga kebenaran Meski berat untuk banyak orang Ditengah badai tugasmu Tak bisa membedakan bau bunga dan bau bangkai Bila berkata jujur Siapa yang percaya? Sebab kejujuran adalah soal Yang tak perlu dikatakan Karena ia selalu tertampakkan Pati, 24 Desember 2011 Sajak ini dihadiahkan oleh guruku ^_^